Kelebihan Dan Kelemahan Apple iPad




iPad

Berbagai produknya telah menjadi trendsetter, dimulai denganMacbook yang telah menjadi perangkat kepercayaan untuk desain grafisnya, iPod – portable media player terlaris di dunia yang berhasil menumbangkan Sony Walkman sebagai raja portable media player sebelumnya, iPhone – telepon stylish yang bisa dibanggakan penggunanya dengan fitur touchscreen yang sangat intuitif dan user friendly.

Selain itu Apple Inc. juga demikian terkenal dengan sistem operasi MacOS yang juga sangat user friendly, desain elegant, dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, serta tidak rentan terhadap virus seperti Microsoft Windows. Software Itunes juga tidak kalah menghebohkannya, yang mengubah paradigma penikmat music di dunia, dimana keeping CD sudah bukan cara terbaik untuk memiliki sebuah lagu dari penyanyi favoritnya.

Pada tanggal 27 Januari 2010 yang lalu, Apple Inc. mengumumkan produk terbarunya yang diberi nama iPad, sebuah komputer tablet yang diperkuat dengan OS yang digunakan pada iPhone. Secara umum perangkat ini merupakan pengembangan dari iPod Touch dan iPhone, meski fungsi telepon tidak disematkan pada gadget ini. Perangkat ini kembali menjadi salah satu gadget yang sudah dinantikan penikmat IT di seluruh dunia.

Pada tanggal 3 April 2010 yang lalu, perangkat ini secara resmi diluncurkan meski sayangnya baru terbatas pada kawasan United States. Pada hari pertama penjualannya ratusan orang rela antri berjam-jam, bahkan sampai menginap di depan toko untuk berlomba menjadi orang pertamayang memiliki gadget tersebut, seperti terlihat pada peluncuran produk-produk Apple Inc. sebelumnya, dan sebanyak sekitar 300.000 unit berpindah tangan ke pembelinya dalam kurun 1 hari.

Lalu, apa yang menjadi kelebihan iPad sehingga sedemikian larisnya? Mari kita simak fitur unggulan yang menjadikannya sebagai gadget dengan berbagai kelebihan dibanding pesaingnya.

Fitur unggulan iPad Apple :

- Layar 9,7 inci LED multitouch, Resolusi 1024×768 pixel dengan 132 pixel per inci,mendukung penulisan banyak bahasa dan karakter secara bersamaan
- Baterai Apple iPad Daya tahan hingga 10 jam waktu aktif dan satu bulan waktu standby
- Koneksi Nirkabel Apple iPad akan tersedia dalam berbagai pilihan koneksi. Dari sisi koneksi data nirkabel, iPad akan memiliki kemampuan WiFi 802.11n danjuga koneksi 3G (pada tipe tertentu).
- Browser Safari untuk akses web.
- Mail untuk membaca e-mail.
- Photos untuk mengelola arsip foto.
- Video untuk memutar file video.
- YouTube untuk melihat video langsung ke YouTube tanpa melalui webnya.
- iPod untuk memainkan musik
- iTunes untuk mengunduh musik dan video
- App Store untuk mengunduk aplikasi
- iBooks untuk membaca dan mengunduh e-book dari iBooks Store
- Maps untuk melihat peta resolusi tinggi dari satelit dan Street View Images.
- Notes untuk membuat catatan bebas.
- Calendar untuk membuat agenda.
- Contacts untuk mencatat data telepon, email, dan web teman.
- Home screen untuk mengatur tampilan layar
- Spotlight search untuk melakukan pencarian cepat di semua bagian hanya dengan mengetikkan keyword.

Meski begitu, Apple iPad tetap dinilai memiliki banyak kekurangan. Inilah yang menjadi alasan konsumen untuk tidak buru-buru mengadopsi gadget kinclong dari Apple ini.

Beberapa kelemahan iPad

- Ukuran display yang tidak terlalu besar ( aspek rasio 4:3, lebih kecil dari standard 16:9 seperti di iPod)
- Tidak multitasking
- Tidak ada camera
- Keyboard touch
- Tidak ada port HDMI
- Tidak support Adobe Flash
- Tidak ada port USB
- Tidak support T-Mobile 3G (menggunakan microSIM yang jarang digunakan di device manapun)
- Hanya dapat memutar video 480p
- Tidak Full GPS (hanya memasukkan A-GPS via Wi-Fi dan 3G)
- Tidak ada slot SDcard
- Tidak ada Open SDK (Software Development Kit)
- Baterai tidak bisa diganti

Di antara sederet kelemahan itu, tak adanya Adobe Flash pada iPad menjadi salah satu kelemahan yang paling dicecar berbagai kalangan. PC World bahkan menulis perbandingan iPad, yang tanpa Flash, dengan HP Slate, yang mendukung Flash. Alan Tam dari Adobe mendemonstrasikan HP Slate yang mengakses sebuah situs web secara penuh dan “bukan hanya sebagian dari situs web itu”. Ini karena Slate menggunakan Flash.

Tam menjelaskan bahwa 85 persen dari 100 situs web terkemuka menggunakan Adobe Flash, dan 75 persen dari semua video di situs web tersebut bergantung pada teknologi Flash. Statistik tersebut memang terkesan kurang menguntungkan bagi iPad. Kendati demikian, itu tak mengubah fakta bahwa pengguna iPad tetap akan bisa menonton video di YouTube, mendengarkan streaming musik dari Pandora, atau berinteraksi dengan web sepertiyang telah dilakukan para pengguna iPhone atau iPod Touch.

Selama bertahun-tahun, masih menurut PC World, belum ada pengguna yang benar-benar komplain mengenai ketiadaan Flash di dua perangkat yang juga diproduksi Apple itu. iPad memang tak luput dari kelemahan. Tapi faktanya, ia juga punya banyak kelebihan.

Sumber Jual iPad Murah

Dasar-Dasar Jurnalistik


Pesatnya kemajuan media informasi dewasa ini cukup memberikan kemajuan yang signifikan. Media cetak maupun elektronik pun saling bersaing kecepatan sehingga tidak ayal bila si pemburu berita dituntut kreativitasnya dalam penyampaian informasi. Penguasaan dasar-dasar pengetahuan jurnalistik merupakan modal yang amat penting manakala kita terjun di dunia ini. Keberadaan media tidak lagi sebatas penyampai informasi yang aktual kepada masyarakat, tapi media juga mempunyai tanggung jawab yang berat dalam menampilkan fakta-fakta untuk selalu bertindak objektif dalam setiap pemberitaannya.

Apa Itu Jurnalistik?

Menurut Kris Budiman, jurnalistik (journalistiek, Belanda) bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat. Sebelumnya, jurnalistik dalam pengertian sempit disebut juga dengan publikasi secara cetak. Dewasa ini pengertian tersebut tidak hanya sebatas melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, dsb., namun meluas menjadi media elektronik seperti radio atau televisi. Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).

Jurnalistik atau jurnalisme, menurut Luwi Ishwara (2005), mempunyai ciri-ciri yang penting untuk kita perhatikan.

a. Skeptis

Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. Inti dari skeptis adalah keraguan. Media janganlah puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat. Wartawan haruslah terjun ke lapangan, berjuang, serta menggali hal-hal yang eksklusif.

b. Bertindak (action)

Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan.

c. Berubah

Perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi, tapi fasilitator, penyaring dan pemberi makna dari sebuah informasi.

d. Seni dan Profesi

Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik.

e. Peran Pers

Pers sebagai pelapor, bertindak sebagai mata dan telinga publik, melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka. Selain itu, pers juga harus berperan sebagai interpreter, wakil publik, peran jaga, dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi.

Berita

Ketika membahas mengenai jurnalistik, pikiran kita tentu akan langsung tertuju pada kata "berita" atau "news". Lalu apa itu berita? Berita (news) berdasarkan batasan dari Kris Budiman adalah laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (aktual); laporan mengenai fakta-fakta yang aktual, menarik perhatian, dinilai penting, atau luar biasa. "News" sendiri mengandung pengertian yang penting, yaitu dari kata "new" yang artinya adalah "baru". Jadi, berita harus mempunyai nilai kebaruan atau selalu mengedepankan aktualitas. Dari kata "news" sendiri, kita bisa menjabarkannya dengan "north", "east", "west", dan "south". Bahwa si pencari berita dalam mendapatkan informasi harus dari keempat sumber arah mata angin tersebut.

Selanjutnya berdasarkan jenisnya, Kris Budiman membedakannya menjadi "straight news" yang berisi laporan peristiwa politik, ekonomi, masalah sosial, dan kriminalitas, sering disebut sebagai berita keras (hard news). Sementara "straight news" tentang hal-hal semisal olahraga, kesenian, hiburan, hobi, elektronika, dsb., dikategorikan sebagai berita ringan atau lunak (soft news). Di samping itu, dikenal juga jenis berita yang dinamakan "feature" atau berita kisah. Jenis ini lebih bersifat naratif, berkisah mengenai aspek-aspek insani (human interest). Sebuah "feature" tidak terlalu terikat pada nilai-nilai berita dan faktualitas. Ada lagi yang dinamakan berita investigatif (investigative news), berupa hasil penyelidikan seorang atau satu tim wartawan secara lengkap dan mendalam dalam pelaporannya.

Nilai Berita

Sebuah berita jika disajikan haruslah memuat nilai berita di dalamnya. Nilai berita itu mencakup beberapa hal, seperti berikut.

1. Objektif: berdasarkan fakta, tidak memihak.
2. Aktual: terbaru, belum "basi".
3. Luar biasa: besar, aneh, janggal, tidak umum.
4. Penting: pengaruh atau dampaknya bagi orang banyak; menyangkut orang penting/terkenal.
5. Jarak: familiaritas, kedekatan (geografis, kultural, psikologis).

Lima nilai berita di atas menurut Kris Budiman sudah dianggap cukup dalam menyusun berita. Namun, Masri Sareb Putra dalam bukunya "Teknik Menulis Berita dan Feature", malah memberikan dua belas nilai berita dalam menulis berita (2006: 33). Dua belas hal tersebut di antaranya adalah:

1. sesuatu yang unik,
2. sesuatu yang luar biasa,
3. sesuatu yang langka,
4. sesuatu yang dialami/dilakukan/menimpa orang (tokoh) penting,
5. menyangkut keinginan publik,
6. yang tersembunyi,
7. sesuatu yang sulit untuk dimasuki,
8. sesuatu yang belum banyak/umum diketahui,
9. pemikiran dari tokoh penting,
10. komentar/ucapan dari tokoh penting,
11. kelakuan/kehidupan tokoh penting, dan
12. hal lain yang luar biasa.

Dalam kenyataannya, tidak semua nilai itu akan kita pakai dalam sebuah penulisan berita. Hal terpenting adalah adanya aktualitas dan pengedepanan objektivitas yang terlihat dalam isi tersebut.

Anatomi Berita dan Unsur-Unsur

Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Judul atau kepala berita (headline).
2. Baris tanggal (dateline).
3. Teras berita (lead atau intro).
4. Tubuh berita (body).

Bagian-bagian di atas tersusun secara terpadu dalam sebuah berita. Susunan yang paling sering didengar ialah susunan piramida terbalik. Metode ini lebih menonjolkan inti berita saja. Atau dengan kata lain, lebih menekankan hal-hal yang umum dahulu baru ke hal yang khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca dalam mengetahui apa yang diberitakan; juga untuk memudahkan para redaktur memotong bagian tidak/kurang penting yang terletak di bagian paling bawah dari tubuh berita (Budiman 2005) . Dengan selalu mengedepankan unsur-unsur yang berupa fakta di tiap bagiannya, terutama pada tubuh berita. Dengan senantiasa meminimalkan aspek nonfaktual yang pada kecenderuangan akan menjadi sebuah opini.

Untuk itu, sebuah berita harus memuat "fakta" yang di dalamnya terkandung unsur-unsur 5W + 1H. Hal ini senada dengan apa yang dimaksudkan oleh Lasswell, salah seorang pakar komunikasi (Masri Sareb 2006: 38).

1. Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
2. What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
3. Where - di mana terjadinya peristiwa itu?
4. Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
5. When - kapan terjadinya?
6. How - bagaimana terjadinya?

Tidak hanya sebatas berita, bentuk jurnalistik lain, khususnya dalam media cetak, adalah berupa opini. Bentuk opini ini dapat berupa tajuk rencana (editorial), artikel opini atau kolom (column), pojok dan surat pembaca.

Sumber Berita

Hal penting lain yang dibutuhkan dalam sebuah proses jurnalistik adalah pada sumber berita. Ada beberapa petunjuk yang dapat membantu pengumpulan informasi, sebagaimana diungkapkan oleh Eugene J. Webb dan Jerry R. Salancik (Luwi Iswara 2005: 67) berikut ini.

1. Observasi langsung dan tidak langsung dari situasi berita.
2. Proses wawancara.
3. Pencarian atau penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik.
4. Partisipasi dalam peristiwa.

Kiranya tulisan singkat tentang dasar-dasar jurnalistik di atas akan lebih membantu kita saat mengerjakan proses kreatif kita dalam penulisan jurnalistik.