Ponsel Kertas, Ponsel Masa Depan?
OTTAWA - Guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, ukuran ponsel saat ini semakin kecil dan praktis. Bahkan, kolaborasi antara ilmuwan Amerika Serikat dan Kanada baru-baru ini berhasil mengembangkan sebuah ponsel pintar yang terbuat dari kertas elektronik.
Beberapa peneliti dari Queen’s University di Kingston, Kanada dan Arizona State University, Amerika Serikat (AS) memamerkan hasil karya mereka berupa ponsel pintar yang fleksibel dan bisa dikendalikan dengan ditekuk, ditulisi ataupun digunakan sebagai layar sentuh.
Teknologi yang disebut dengan PaperPhone ini diklaim sebagai ponsel masa depan. Demikian dilansir Telegraph, Senin (9/5/2011).
"Inilah teknologi masa depan. Semuanya akan tampil dan terasa seperti ini dalam kurun lima tahun ke depan," cetus Roel Vertegaal selaku director of the human media lab di Queen’s University.
"Komputer ini memiliki tampilan serta dioperasikan seperti layaknya lembaran kertas kecil yang interaktif," imbuhnya.
Kertas elektronik itu menggunakan teknologi tinta elektronik yang sama seperti yang ditemukan di perangkat e-Book Kindle milik Amazon. Memiliki ketebalan hanya beberapa milimeter, kertas ini bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon, membaca buku elektronik serta memainkan musik.
Bukan hanya sebagai ponsel masa depan, kehadiran kertas elektronik ini bisa menjadi akhir dari era kertas dan printer. "Era kantor tanpa kertas telah hadir. Semuanya bisa disimpan secara digital dan anda bisa menumpukkan komputer ini seperti halnya tumpukan kertas," pungkas Vertegaal.
Rencananya, PaperPhone ini akan dipamerkan kepada publik pada konferensi CHI 2011 oleh Association of Computing Machinery di Vancouver, 10 Mei besok.
(van)
Microsoft Beli Skype US$ 8,5 Miliar
New York: Microsoft mengumumkan rencananya membeli perusahaan internet telepon Skype Technologies. Dengan harga US$ 8,5 miliar atau sama dengan Rp 72,7 triliun, transaksi ini akan menjadi akuisisi terbesar yang pernah terjadi di dunia bisnis teknologi.
"Skype adalah layanan fenomenal yang digandrungi oleh jutaan orang di seluruh dunia. Bersama kita akan menciptakan masa depan komunikasi real-time sehingga orang dapat dengan mudah tetap terhubung dengan keluarga, teman, klien dan rekan di mana saja di dunia," demikian diungkapkan pimpinan eksekutif Microsoft Steve Ballmer, seperti dilansir New York Times, Selasa (10/5).
Kesepakatan ini akan memperkuat pelayanan Microsoft dalam komunikasi baik suara maupun video dengan teknologi yang dimiliki Skype seperti, Xbox 360, Kinect dan Outlook. Tidak hanya itu, akuisisi juga akan membantu Microsoft mengejar ketertinggalannya dari Apple iOS dan Google Android operating systems dalam hal komunikasi jarak jauh.
"Microsoft dan Skype berbagi visi membawa inovasi perangkat lunak dan produk kepada pelanggan kami. Bersama, kita akan dapat mempercepat rencana Skype untuk memperluas komunitas global kami dan memperkenalkan cara baru bagi setiap orang untuk berkomunikasi dan berkolaborasi," kata Tony Bates, yang saat ini menjabat sebagai pimpinan Skype dan akan menjadi Presiden di divisi baru Microsoft untuk menangani Skype.
Skype juga telah mengalami perjalanan yang cukup panjang. Skype didirikan Niklas Zennstrom dan Janus Friis pada 2003. Dua orang ini yang menciptakan teknologi berbagi file, Kazaa, yang akhirnya lebih dikenal dan diasosiasikan dengan pembajakan musik.
Lalu pada perkembangannya Skype menawarkan layanan telepon gratis dan murah. Layanan ini akhirnya banyak menarik penelpon internasional untuk melakukan panggilan telepon jarak jauh misalnya telepon antarnegara.
Sementara eBay pernah membeli Skype pada 2005 silam. Tapi akhirnya menjualnya kembali pada 2009. Microsoft, menurut WSJ, adalah pemilik ke-4 dalam waktu 8 tahun perjalanan Skype. Tahun 2010, Skype merugi 7 juta Dollar Amerika.(NYTimes/AIS)
"Skype adalah layanan fenomenal yang digandrungi oleh jutaan orang di seluruh dunia. Bersama kita akan menciptakan masa depan komunikasi real-time sehingga orang dapat dengan mudah tetap terhubung dengan keluarga, teman, klien dan rekan di mana saja di dunia," demikian diungkapkan pimpinan eksekutif Microsoft Steve Ballmer, seperti dilansir New York Times, Selasa (10/5).
Kesepakatan ini akan memperkuat pelayanan Microsoft dalam komunikasi baik suara maupun video dengan teknologi yang dimiliki Skype seperti, Xbox 360, Kinect dan Outlook. Tidak hanya itu, akuisisi juga akan membantu Microsoft mengejar ketertinggalannya dari Apple iOS dan Google Android operating systems dalam hal komunikasi jarak jauh.
"Microsoft dan Skype berbagi visi membawa inovasi perangkat lunak dan produk kepada pelanggan kami. Bersama, kita akan dapat mempercepat rencana Skype untuk memperluas komunitas global kami dan memperkenalkan cara baru bagi setiap orang untuk berkomunikasi dan berkolaborasi," kata Tony Bates, yang saat ini menjabat sebagai pimpinan Skype dan akan menjadi Presiden di divisi baru Microsoft untuk menangani Skype.
Skype juga telah mengalami perjalanan yang cukup panjang. Skype didirikan Niklas Zennstrom dan Janus Friis pada 2003. Dua orang ini yang menciptakan teknologi berbagi file, Kazaa, yang akhirnya lebih dikenal dan diasosiasikan dengan pembajakan musik.
Lalu pada perkembangannya Skype menawarkan layanan telepon gratis dan murah. Layanan ini akhirnya banyak menarik penelpon internasional untuk melakukan panggilan telepon jarak jauh misalnya telepon antarnegara.
Sementara eBay pernah membeli Skype pada 2005 silam. Tapi akhirnya menjualnya kembali pada 2009. Microsoft, menurut WSJ, adalah pemilik ke-4 dalam waktu 8 tahun perjalanan Skype. Tahun 2010, Skype merugi 7 juta Dollar Amerika.(NYTimes/AIS)
Subscribe to:
Comments (Atom)